5 Tempat Yang Ramai Karena Film AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta) Kawasan Jogja Magelang

204 views
Tempat Ramai Jogja Magelang Karena Film AADC 2 | Romantisme yang di bangkitkan dari film AADC 2 , (Ada Apa Dengan Cinta ), membawa sesuatu yang menarik salah satunya adalah beberapa di jogja dan magelang tempat lokasi suting AADC menjadi Rame di kunjungi oleh para Wisatawan Remaja.

5 Tempat Yang Ramai Karena Film AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta) Kawasan Jogja Magelang.
Suasana tempat romantis dalam FILM AADC tersebut, menjadikan banyak perbincangan di kalangan remaja , dan banyak pararemaja yang penasaran sehingga banyak yang mengunjungi  lokasi-lokasi wisata tersebut. Mungkin sebagian tempat memang tidak asing lagi seperti candi ratu boko, namun sebagian masih terasa asing di telinga kita . Ok Sahabat Wisataasyik.com Berikut adalah 5 Lokasi Suting AADC yang Ramai Di Bincangkan Di Kawasan Jogja Magelang, yang di temukan Wisataasyik.com
source : google

1. Kawasan Kota Gede
Kompleks Makam Pasarean Mataram dan Masjid Besar Mataram, Suasana tradisional masih sangat terasa di kota ini, misalnya terlihat di kompleks Masjid Besar Mataram yang terasa masih seperti di lingkungan kraton, lengkap dengan pagar batu berelief mengelilingi mesjid, pelataran yang luas dengan beberapa pohon sawo kecik, serta sebuah bedug berukuran besar.

Selain itu di Kotagede juga terdapat makam raja-raja Mataram bernama komplek Pasarean Mataram dimana terdapat antara lain makam Panembahan Senopati. Namun kemudian komplek makam raja-raja Mataram selanjutnya dipindahkan ke daerah Imogiri oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo saat masa pemerintahannya.
Source: Google

2. Sate Klatak Pak Bari
Sate klatak adalah sate kambing yang hanya dibumbui garam. Ada pula yang ditambahkan bawang putih. Meski bumbunya minimalis tapi rasanya ‘jos’ karena rasa daging kambingnya lebih mencuat di lidah, tidak banyak ditutupi rasa lain. Anehnya, meski bumbunya minimalis, ‘prengus’ daging kambing yang mengganggu tidak terasa. Yang lebih menonjol adalah rasa gurih bercampur asin.

Di Pasar Jejeran, sate klatak Pak Bari layak dicari. Soalnya, sate klataknya membuat ketagihan. Rasa gurih satenya menonjol. Daging kambingnya empuk ‘krenyes-krenyes’. Namun aroma rasanya cukup “keras”, tidak lembut maupun ringan. Rasanya seakan lama menetap di lidah dan langit-langit mulut.

Pak Bari (35 tahun) –panggilan akrab dari Sabari— memang bukan orang kemarin sore. Berjualan sate klatak sejak 1992, ia sudah menggeluti kuliner ini selama 20 tahun. Ia mewarisi resep sate klatak dari pak Wakidi, ayahnya. Sedangkan pak Wakidi mendapatkannya dari ayahnya, mbah Ambyah. Kakek pak Bari kelahiran tahun 1923 ini dikenal sebagai pelopor sate klatak di daerah tersebut. Para pedagang sate klatak di Pasar Jejeran adalah keturunannya.

Meski lokasinya berada di dalam pasar tapi kondisi tempat berjualan Pak Bari cukup bersih dan nyaman. Sejak 2009, bangunan tempat ia berjualan termasuk proyek pasar percontohan. Cahayanya cukup terang yang berasal dari lampu neon, bukan lagi lampu sentir. Ia menempati los tahu dan tempe, ditambah los pedagang emas. Jadi cukup luas. Lantainya keramik. Pengunjung bisa memilih duduk di kursi atau duduk lesehan di tikar. Sebuah pesawat televisi ukuran 24 inchi ikut menemani.

Source : Google

3. Istana Ratu Boko

Candi Ratu Boko terkenal dengan salah satu tempat spot untuk melihat Sunset, yang keindahan Spot Sunsetnya sangat menawan dan sangat indah dengan di hiasi bangunan candi yang terlihat Siluet. Letak situs candi Ratu Boko ini berada di perbukitan sebelah selatan Candi Prambanan, kurang lebih 3 km ke arah selatan Candi Prambanan, serta terletak di ketinggian 196 meter dari permukaan air laut, dengan luas area candi 25 ha.

Candi Ratu Boko ini diperkirakan sudah di pergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra ( Rakai Panangkaran ). Jika dilihat dari pola peletakan sisa – sisa bangunan, di duga kuat situs ini merupakan bekas keraton atau istana raja. Pendapat  ini berdasarkan pada kenyataan bahwa komplek ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melaikan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa benteng dan parit kering sebangai struktur pertanahan. serta sisa – sisa pemukiman penduduk ditemukan di sekitar lokasi situs Ratu Boko ini.

Source: Google

4. Klikin Kopi Pepeng
“KOPI tanpa narasi, hanyalah air berwarna hitam” Begitu Pepeng (34) dengan Klinik Kopi-nya di Yogyakarta, menawarkan cara khas menikmati kopi dengan mengajak tamu melihat proses kopi diracik. Dan, sambil ngupi-ngupi, kita diajak berbincang tentang kopi.

Dan, akhirnya kopi arabika dari Nagari Lasi, Sumatera Barat, itu tercecap di lidah. Nikmat sekali. Di Klinik Kopi, segelas kopi tersaji bukan sekadar sebagai minuman pesanan. Kopi hadir dengan segala cerita di belakang kenikmatannya. Tentang asal, tentang petani penanamnya. Semua dijelaskan Pepeng di depan mata, telinga, dan hidung penikmat. Benar, kita diajak membaui aroma kopi yang hendak kita nikmati. Harum dan wangi biji kopi Nagari Lasi pun sudah terekam di memori penciuman.

Alamat: Jl. Kaliurang KM. 7,8, Gang Bima, Sinduharjo, Ngaglik, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Source : Google
5. Gereja Ayam Magelang
Lokasinya tersembunyi cukup jauh, yakni di perbukitan Magelang, Jawa Tengah, namun namanya kini tengah mendunia. Bangunan yang diprakarsai oleh Daniel Alamsjah dikenal dengan sebutan Gereja Ayam.ini karena bentuknya mirip seekor ayam yang tengah duduk di tanah di bagian kepalanya terdapat sebuah mahkota.

Bentuk bangunannya cukup besar, di mana bagian dalamnya terdapat ruang besar dan kamar-kamar.Hanya saja, Daniel Alamsjah mencoba meluruskan bahwa bangunan itu bukanlah berbentuk ayam, melainkan burung merpati.
banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply