Home / Bali / 3 Kawasan Di Bali Ini Tak Akan Membuatmu Menyesal Pernah Mengunjunginya
panorama bali
qantas.com/

3 Kawasan Di Bali Ini Tak Akan Membuatmu Menyesal Pernah Mengunjunginya

Tak cukup kata kamu ungkapkan untuk menggambarkan keindahan wisata di Bali, pulau Bali selalu menunjukkan wisata-wisata alam yang mampu menarik perhatian wisatawan lokal ataupun mancanegara. Wisata Bali tersebar di beberapa daerah yaitu Ubud, Karangasem dan Kintamani yang terkenal memiliki pariwisata yang tak kalah dengan wisata Bali lainnya.

 

ubud
cdn.shopify.com

Ubud adalah salah satu kecamatan yang masuk kedalam Kabupaten Gianyar, dan wisata yang dimiliki Ubud Bali sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan karena lokasinya yang sangat strategis yaitu antara sawah dan hutan dan juga jurang-jurang pegunungan yang menggambarkan nuansa alami Ubud sangat eksotis.

Jika kamu memiliki rencana untuk berlibur ke Bali, maka tak ada salahnya kamu menghabiskan liburan ke Ubud, karena keindahan budaya dan pariwisatanya yang sangat unik kamu juga bisa mendapatkan ketenangan dan melepaskan sejenak aktivitas keseharian serta kebisingan kota besar. Di Ubud kamu juga akan menemukan banyak sekali galeri dari kesenian berupa pertunjukan seni, karena masyarakat Ubud hidup sangat harmonis serta kesenian dan budaya adalah denyut nadi bagi mereka yang sudah melekat sejak dulu.

Berikut ini adalah objek wisata di Ubud yang menarik yang dapat kamu kunjungi jika memang berencana untuk berlibur di Bali.

Baca Juga :  Wisata Bali Yang Populer Dan Instagramable Di Tahun 2020

 

pura saren agung ubud
16hrsahead.files.wordpress.com

Puri Saren Agung Ubud

Tak hanya objek wisata Pantai Kuta, Danau atau gunung yang dapat kamu nikmati di Bali, tetapi budaya leluhur yang sangat bernilai yang hingga kini masih dipertahankan di tengah-tengah transisi modernisasi masih ada di Bali. Salah satunya adalah Puri Ubud atau lebih dikenal dengan nama Puri Saren Agung yaitu sebuah istana yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan yang berkuasa pada saat itu.

Wisata Puri Saren Agung menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di wilayah Ubud, setiap harinya tempat ini selalu dipadati oleh pengunjung terutama pada saat malam hari, saat Puri Ubud menyelenggarakan berbagai jenis tari tradisional Bali yang memberikan hiburan malam yang berbeda dengan objek wisata lainnya.

Banyak cerita sejarah dari masa Bali kuno dibalik bangunan ini, puri ini pun sangat sakral dan terjaga dengan baik bahkan bentuknya pun masih asli yaitu desain dan tata ruang tradisional Bali yang menjadi ciri khas bangunan tradisional yang hingga kini masih berdiri kokoh lengkap dengan ornamen ukiran Bali serta kealamiannya. Tak jarang rumah-rumah yang terbilang tradisional pun masih dapat kamu jumpai di pekarangan istana.

Puri ini layak dikunjungi bagi kamu yang suka berwisata budaya dan sejarah, selain itu puri ini berada ditempat yang sangat strategis, yaitu di pusat kota Ubud yang menyebabkan tempat ini selalu ramai. Saat memasuki gapura Paduraksa kamu akan merasakan kemegahan dinding tembok yang kokoh terbuat dari batu bata merah dengan ketebalan 1 M, sejumlah ukiran dan relief dinding menghiasi pada setiap dinding, sama halnya dengan patung-patungnya berdiri, Kemegahan pun semakin terasa saat kamu melihat pintu-pintu tradisional yang dipenuhi ukiran khas Bali dan dilapisi dengan warna keemasan. Terdapat sebuah Bale yang sengaja dibuat untuk bersantai bagi pengunjung yang ingin melepaskan lelah sejenak.

Kamu juga dapat menikmati berbagai pementasan seni tari yang diselenggarakan setiap pukul 19.30 secara bergantian, seperti hari minggu kamu dapat menyaksikan tari Legong Mahabharata, senin tari Legong, selasa tarian Ramayana Ballet, rabu tari Legong dan Barong, kamis tari Legong, jumat tari Barong dan Keris dan hari sabtu tari Legong. Ubud memang dikenal sebagai pusatnya pementasan seni tari Bali, dan merupakan peninggalan sejarah Bali kuno serta Pementasan tari Ubud bisa menjadi destinasi wisata berlibur di Bali.

Puri ini dibangun oleh Tjokorda Ida Putu Kandel saat memegang pemerintahan pada tahun 1800-1823 masehi, jadi tak salah jika istana ini terbilang kuno dan termasuk istana sejarah dengan daya tarik tersendiri. Koleksi benda serta perabotan yang ada di puri ini memiliki nilai estetika yang sangat tinggi, bangunan terlihat sangat artistik dan semakin menawan karena tersimpan berbagai kenangan sejarah dan  puri ini juga dilengkapi dengan auditorium sebagai tempat pertemuan.

 

Bukit Campuhan Ubud
phinemo.com

Bukit Campuhan Ubud

Bukit Campuhan Ubud adalah sebuah tempat yang menunjukkan pemandangan alam indah dengan suasana yang romantis sehingga tempat ini sering dikunjungi  pasangan muda-mudi.

Bukit Campuhan Ubud tidak terpisahkan dari adanya salah satu pura di Ubud Bali yaitu Pura Gunung Lebah. Ada yang berbeda antara Pura Gunung Lebah dengan pura-pura yang ada di Bali yaitu pura Gunung Lebah berada di bawah Jembatan Kuning Payangan Sungai Campuhan dan termasuk ke dalam daftar pura Kahyangan Jagat dan menjadi cikal bakal keberadaan desa Ubud.

Gunung Lebah memiliki makna sebuah bukit kecil yang terletak di lembah, dari arah selatan. Bukit Campuhan juga merupakan titik penghubung dua aliran sungai yaitu sungai Oos dan sungai Cerik. Keindahan alam seperti inilah yang mampu menarik hati seorang pendeta Hindu bernama Rsi Markedya meskipun terletak di lokasi yang sedikit tersembunyi.

Bukit Campuhan Ubud Bali memiliki keindahan eksotisme dan juga romantisme yang juga pernah membuat kagum sebuah grup band Slank yang membuat lagu tentang keindahan alam di Bukit Campuhan. Pemandangan cantik serta hamparan hijau yang penuh dengan pepohonan tropis serta area persawahan.

Kawasan Bukit campuhan sangat disakralkan oleh warga, pengunjung harus ikut menjaga kebersihan serta menjaga kesucian kawasan pura Bali ini. Di sekitar Bukit Campuhan juga terdapat objek wisata lainnya, sehingga jika kamu ke Bukit Campuhan kamu juga dapat mampir tempat wisata di sekitar Bukit Campuhan Ubud Bali.

Baca Juga :  Inilah Tempat Paling Hits Di Jogjakarta Untuk Berburu Buah Tangan

 

Bali Bird Park
befreetour.com

 

Bali Bird Park

Bali Bird Park berada di Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Dusun Batubulan, Kecamatan Sukawati Gianyar. Selain memiliki koleksi burung dan juga reptil, objek wisata ini menyajikan pemandangan alam yang sangat indah sehingga kamu tidak akan merasa bosan saat berwisata ke sini.

Beraneka ragam koleksi burung yang ada di tempat ini, dari jenis burung yang berasal dari Indonesia hingga burung dari Afrika dan Amerika Selatan. Bali Bird Park berdiri di atas lahan seluas 2 hektar dan menampung sekitar 1000 burung dari 250 jenis burung yang ada.

Selain aneka ragam jenis burung, kamu juga dapat melihat keberagaman jenis tanaman tropis yang ada di objek wisata ini yang memiliki sekitar 2 ribu jenis tanaman.

Objek wisata ini adalah satu-satunya yang ada di Bali, koleksinya pun cukup lengkap dan berada di tempat yang sangat rindang. Objek wisata ini memiliki  jenis burung langka, salah satunya ada jalak Bali yang merupakan jenis burung yang sangat dilindungi dan juga sedang dikembangbiakkan untuk mencegah punahnya jenis burung ini.

Wisata Bali Bird Park and Reptile Bali Park selain menjadi tempat penangkaran aneka jenis burung juga ada hewan lain yang menghuni taman ini seperti Komodo, kadal, ular, iguana dan masih banyak lagi. Mengunjungi objek wisata ini kamu juga akan mendapat pengetahuan lebih tentang jenis burung yang ada.

 

Monkey Forest
mediafiles.urlaubsguru.de

Monkey Forest

Objek wisata Ubud Monkey Forest memiliki nama asli Mandala Wisata Wenara Wana tetapi bagi masyarakat lebih akrab dikenal dengan sebutan Ubud Monkey Forest. Objek wisata ini adalah sebuah kawasan hutan lindung yang sangat cantik yang memiliki luas sekitar 12,5 hektar.

Di dalam objek wisata ini terdapat 3 pura Hindu yang sangat bisa disakralkan oleh warga sekitar. Yang menjadi daya tarik objek wisata Ubud Monkey Forest adalah pada area hutan lindung dihuni oleh ratusan kera abu-abu ekor panjang, di dalam hutan juga kamu dapat melihat sekitar 156 jenis tumbuhan dan juga pepohonan. Objek wisata ini dapat mewakili kesan objek wisata Ubud secara keseluruhan.

Baca Juga :  Serunya Berlibur Di Kawasan Wisata Kintamani Bali

 

Desa Nyuh Kuning
assets.kompasiana.com

Desa Nyuh Kuning

Desa Nyuh Kuning adalah sebuah desa wisata yang di desain dan ditata sedemikian rupa mengambil konsep Tri Hita Karana, menjaga keselarasan dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam ( palemahan ), sesama (pawongan ) dan Tuhan ( Parhyangn ) yang menciptakan konsep budaya Bali dengan harmonisasi alam dan budaya.

Desa wisata ini berlokasi di Banjar kuning, desa Mas, Ubud Kabupaten Gianyar yang dikenal dengan nama Nyuh Kuning Village.

Desa ini masih terbilang sederhana meskipun berada di peta pariwisata Ubud, karena Desa ini lebih cenderung mengambil konsep budaya lokal dan menonjolkan suasana alam pedesaan lengkap dengan budaya serta keramahtamahan penduduk setempat. Berada di desa ini kamu akan merasa lebih dekat dengan budaya Bali.

Sebagai desa wisata, desa Nyuh Kuning menata ruang Desa sedemikian rupa yang tidak meninggalkan nuansa alam Bali sesungguhnya, rumah penduduk yang juga dapat dijadikan sebagai tempat bermalam akan membuatmu merasa menjadi penduduk lokal, karena berbaur bersama dan bisa lebih dekat mengenal budaya setempat. Berada di desa kamu akan merasakan ketenangan, kenyamanan serta kedamaian karena jauh dari hiruk pikuk kota ataupun kesibukan kamu sehari-hari.

Berada di kawasan Ubud pada malam hari kamu akan disuguhi Pementasan tari tradisional yang ada di sejumlah tempat di kawasan ini seperti tari kecak, tari Legong, Janger, tari Barong, Wayang Kulit, Ramayana ballet yang diselenggarakan di sejumlah tempat seperti Puri Saren Ubud, Desa Padang Tegal Kaja, Museum Arma, Pura Sarawati, Pura Desa kutuh, Balairung Mandara dan masih banyak tempat lagi yang memberikan pertunjukkan tanpa dipungut biaya.

 

objek wisata di Karangasem
4.bp.blogspot.com

Bali bagian timur yaitu Karangasem juga banyak menyajikan tempat-tempat wisata unik dan bersejarah. Inilah beberapa objek wisata di Karangasem yang wajib untuk dikunjungi selama kamu berada di Bali.

Baca Juga :  Menikmati Keindahan Bukit Campuhan Ubud Bali Yang Tersembunyi!

 

Pura Candidasa
a.cdn-hotels.com

Pura Candidasa

Wisata Pura Candidasa adalah salah satu tempat wisata yang berlokasi di Jalan Raya Candidasa, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Objek wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik pada hari biasa ataupun hari libur karena tempat ini memiliki panorama yang sangat indah dan memberikan sensasi yang berbeda.

Wisata Pura Candidasa menghadap ke Samudera, tepat berseberangan dengan Lotus Lagoon yaitu sebuah danau buatan yang terletak di tengah objek wisata Candidasa. Banyak orang yang penasaran dan ingin melihat lebih dekat keberadaan pura ini dengan datang ke tempat ini.

Pura Candidasa dibangun pada tahun 1112 (1190 M) yang saat itu di bawah pemerintahan raja Jayapangus Arkajalancana. Pura ini juga lambang penyatuan paham Siwa dan Budha di Bali, jadi di pura  ini kita bisa menemukan dua Pelinggih.

Dimana pelinggih yang 1 adalah pemujaan Siwa dalam bentuk wujud Lingga Yoni dan yang satu lagi sebagai pemujaan Buddha dalam wujud Hariti. Di sini juga kamu akan menemukan sebuah patung yang sedang menggendong 10 anak, biasanya pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan akan memohon untuk diberi keturunan di tempat ini. Pura ini merupakan penyungsungan umum untuk tempat suci memuliakan dan memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Pura ini dilihat dari sejarahnya memiliki usia yang sudah cukup tua, meskipun mengalami beberapa perubahan karena faktor alam dan umur tetapi prinsip, nilai spiritualnya serta status dan fungsi juga tetap sama.

 

Pantai Blue Lagoon
pesona.travel/files

Pantai Blue Lagoon

Pantai Blue Lagoon menjadi wisata favorit baru bagi para wisata yang ingin menyaksikan pesona keindahan alam pantai yang terkenal. Letak Blue Lagoon berada di Karangasem, tepatnya di Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Pantai ini memiliki hamparan pantai yang sangat luar biasa indahnya, pantai ini menjadi favorit para wisatawan mancanegara. Pantai Blue Lagoon juga salah satu pantai yang terkenal yang juga tak kalah cantik dengan pantai lainnya di Bali, karena suasananya yang sangat tenang dan terletak di lokasi yang cukup tersembunyi. Pantai ini memiliki air yang sangat jernih dan berwarna biru, cocok untuk dinikmati dalam ketenangan, karena dihiasi deretan pohon nyiur yang rapi berbaris di tepi pantai dengan daun yang melambai lambai karena tiupan angin laut yang menambah pantai ini semakin eksotis.

Bagi kamu para penggemar olahraga air, kamu dapat mengunjungi pantai Blue Lagoon Karangasem karena pantai ini sangat cocok sebagai Spot menyelam terbaik di Bali, di mana kita dapat mengekspor keindahan bawah laut di mana kamu juga dapat menemukan keindahan terumbu karang serta kehidupan biota laut yang cukup beragam seperti ikan berukuran kecil yang penuh warna, moorish Idol, hingga ikan pari.

Pantai Blue Lagoon terletak di kawasan di sebelah timur laut Pelabuhan Padang Bali yang ada di perbukitan. Pantai ini menawarkan keindahan yang tersembunyi karena jika kita ingin menuju ke Pantai Blue Lagoon kita akan melewati bukit kecil dan menuruni puluhan anak tangga untuk bisa mencapai ke bibir pantai. Tak banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan pantai Blue Lagoon, pantai Blue Lagoon tergolong masih sepi pengunjung. Jika kamu mencari ketenangan maka kamu bisa pergi ke pantai ini.

Daya tarik lain yang ada di tempat ini yaitu terdapat pura yang sangat unik yaitu pura Silayukti yang berada di sebelah timur pantai Blue Lagoon merupakan pura besar di Bali yang menjadi pemujaan umat Hindu di Bali.

 

Desa Tenganan
https://balikami.com

Desa Tenganan

Bagi Sejumlah wisatawan desa Tenganan tidak begitu asing lagi, desa yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem termasuk dalam kawasan wisata Bali Timur dan menjadi salah satu Desa tradisional yang menjadi tujuan wisata budaya unik dan bisa kamu kunjungi jika berada di Bali. Desa yang terbilang tradisional ini memiliki keunikan yaitu hingga saat ini adat dan tradisi yang diwariskan nenek moyang mereka masih dilestarikan.

Desa Tenganan terbagi menjadi dua desa yaitu Desa Tenganan Pegringsingan dan Dauh Tukad. Kedua desa tersebut memiliki daya tarik yang tidak berbeda, yaitu menyimpan warisan budaya dan juga tradisi dimana kamu bisa mengenal budaya Bali kuno yang sesungguhnya dalam bentuk arsitektur bangunan tradisional dan juga suasana alam pedesaan yang seolah terasa benar-benar di Bali zaman dulu.

Desa Tenganan ini menjadi populer karena memiliki keunikan tradisi mekare kare  (megeret pandan) atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Perang Pandan. Tradisi seperti ini akan diselenggarakan setiap tahun yang menjadi bagian dari atraksi wisata terpopuler di Bali. Daya tarik  berikutnya ada pada kerajinan tradisional berupa kain Gringsing dengan teknik double ikat yang sulit ditemukan pada zaman modern ini.

Terdapat beberapa keunikan yang bisa kamu temukan di desa Tenganan seperti

Tidak ada poligami

Warga di desa ini tidak mengizinkan adanya poligami atau perceraian, meskipun pasangan suami istri tersebut berpisah atau tidak serumah lagi tetapi dimata warga mereka tetap pasangan suami istri.

Tidak ada hari raya Nyepi

Di desa Tenganan tidak merayakan hari raya Nyepi, tetapi warga desa Tenganan tetap menjaga toleransi dengan membatasi aktivitas mereka agar tidak keluar dari desa.

Tidak ada hari raya Galungan

Di desa Tenganan juga tidak merayakan hari raya Galungan, jadi kamu tidak akan mendapati penjor yang biasa dipasang oleh umat Hindu di tiap perayaan hari raya Galungan. Hari raya di desa Tenganan hanya satu yaitu Aci Sambah.

Kedudukan wanita sama dengan pria

Kaum perempuan dan laki laki memiliki  kedudukan yang sama sebagai ahli waris, karena di desa Tenganan tidak memandang gender. Tetapi jika sang perempuan menikah yang akhirnya keluar dari desa maka haknya akan hilang, bahkan jika bercerai maka mereka tidak diperkenankan lagi untuk kembali ke desa Tenganan.

Tidak ada Kasta

Bali identik dengan kasta, tetapi tidak di desa Tenganan yang tidak mengenal warna ataupun kasta. Desa Tenganan tidak terpengaruh budaya luar termasuk pengaruh Majapahit yang datang ke Bali yang secara tidak langsung bali mengenal istilah kasta.

Dilarang menebang kayu tanpa izin ketua adat

Untuk menebang kayu harus melapor kepada tetua adat, karena mesti ada keputusan apakah kayu tersebut dinyatakan sudah layak ditebang atau belum yang juga melibatkan 5 orang sebagai saksi untuk meyakinkan kebenaran kondisi kayu tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan desa Tenganan.

Aturan membangun rumah

Membangun rumah harus memiliki bentuk bangunan, struktur dan bahan-bahannya dengan warga lainnya

Memiliki kalender sendiri

Di desa Tangenan memiliki kalender yang berbeda yang disebut dengan Sasih Sambah, yang digunakan untuk acuan melakukan upacara adat keagamaan atau menentukan hari baik untuk melakukan kegiatan tertentu.

Tiap warga wajib memelihara babi hitam

Pada setiap halaman belakang rumah adat penduduk wajib untuk memelihara babi hitam, karena upacara adat yang diselenggarakan di desa Tenganan menggunakan sarana babi guling hutan.

Alat musik yang disakralkan

Desa Tenganan Pegringsingan memiliki sebuah alat musik tradisional yang cukup disakralkan yaitu Slonding yang hanya digunakan pada saat upacara keagamaan tertentu.

Tata cara penguburan

Jika ada warga yang meninggal maka jasad dikubur dengan posisi telungkup dan kepala pada bagian Selatan, dan tanpa bekal duniawi.

Tidak ada upacara ngaben

Di desa Tenganan tidak ada upacara Ngaben seperti layaknya warga Hindu di Bali, Karena jika ada warga yang meninggal maka akan langsung dikubur pada hari itu juga.

Dua kelompok kuburan

Ada dua kelompok kuburan yaitu Kangin dan Setra Kauh di mana Setra Kangin untuk mengubur khusus jasad orang biasa, sedangkan Setra Kauh diperuntukkan untuk jasad orang suci seperti pemangku.

Tanpa ada penginapan

Desa Tangenan sudah cukup berkembang untuk menjadi salah satu tujuan wisata populer di Bali, tetapi di desa ini kamu tidak akan menemukan penginapan. Jika ada orang yang ingin menginap di rumah warga maka diperbolehkan, tetapi tidak untuk disewakan.

Itulah sejumlah keunikkan yang terkadang luput dari perhatian wisatawan yang tanpa disadari telah menambah unik keberadaan Desa Tenganan.

Baca Juga :  Menikmati Wisata Unggulan Bali Yang Jauh Dari Kebisingan Kota

 

objek wisata Kintamani
wisata-bali.com

Kawasan lain yang juga memiliki objek wisata favorit dan telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal ataupun mancanegara adalah Kintamani. Kintamani terletak di dataran tinggi yang tentu saja akan memberikan pemandangan keindahan alam yang terletak di Kabupaten Bangli. Berikut ini adalah objek wisata Kintamani yang wajib kamu kunjungi,

Danau Batur

Saat berada di Danau Batur Kintamani, mata mu akan terpukau dengan suguhan pemandangan Danau seluas 16 km persegi ini. Danau ini berasal dari dampak letusan Gunung Batur yang terjadi ribuan tahun silam, danau Batur ini pun dikenal sebagai danau terbesar di Bali. Danau ini memiliki kedalaman hingga 65 KM serta bentuknya yang unik membuat banyak wisatawan yang datang dan tidak menyia-nyiakan mengambil gambar di danau yang mirip bentuknya seperti bulan sabit.

Danau Batur juga merupakan sebuah kaldera yang aktif, jadi tak heran jika warna air di danau selalu mengalami perubahan karena adanya kandungan belerang.

 

Danau Batur
pesona.travel

Gunung Batur

Gunung berapi Kintamani atau sering dikenal dengan sebutan Gunung Batur merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif, keindahan pemandangan kaldera yang dipadu dengan pemandangan Danau membuat Gunung Batur menjadi tujuan wisata favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Kamu dapat merasakan udara sejuk khas daerah pegunungan dan kolam air panas alami yang lokasinya tak jauh dari objek wisata Gunung Batur, yang membuat daya tarik objek wisata Gunung Batur ini semakin di minati.

 

Pura Ulun Danu Batur
ttnotes.com

Pura Ulun Danu Batur

Pura Ulun Danu Batur berada di ketinggian 900 m diatas permukaan laut, yang menjadi pura Kahyangan Jagat dan digunakan untuk tempat memuja Dewi Danu atau lebih akrab dikenal dengan nama Dewi air danau. Gua ini juga sering dijadikan tempat untuk mengadakan upacara keagamaan yaitu Ngusaba Kedasa.

Dulu pura ini berlokasi di lereng gunung Batur, tetapi akibat letusan gunung di tahun 1917 pura pun hancur dan hanya menyisakan pelinggih untuk pemujaan Dewi Danu. Pelinggih pun di bawa dan dibangun kembali pura Batur.

Kamu dapat melakukan berbagai aktivitas menarik di Pura Ulun Danu Batur, yang dapat kamu mulai dari mengambil foto di gerbang masuk pura atau candi Bentar. Selain berfoto kamu juga dapat mencoba menjajal water sport Danau Beratan Seperti kayak, speed boat, memancing atau berlayar dengan menggunakan perahu angsa.

Tempat tempat wisata menarik di atas tentu dapat kamu masukkan ke dalam agenda liburanmu, kamu dapat menentukan lebih dulu daerah mana yang akan kamu jelajahi seperti Ubud, Karangasem atau Kintamani yang kesemuanya memiliki daya tarik masing masing. Semua tergantung dengan seleramu, meskipun kamu baru pertama kali mengunjunginya, kami menjamin kamu tidak akan menyesal. Selamat berlibur dan tetap jaga kesehatan selama perjalanan.

Check Also

panorama Bitung

Wisata Kota Bitung Yang Wajib Kamu Kunjungi

Bagi  sebagian  orang,  Sulawesi  Utara  memiliki  objek  wisata  yang  sudah  cukup terkenal  seperti  Taman Laut  …