Monday , February 17 2020
Home / Yogyakarta / Inilah Tempat Paling Hits Di Jogjakarta Untuk Berburu Buah Tangan
inilah tempat hits di jogjakarta untuk berburu buah tangan

Inilah Tempat Paling Hits Di Jogjakarta Untuk Berburu Buah Tangan

Saat berpergian ke luar kota dalam rangka bisnis ataupun liburan pasti kita akan berpikir untuk membeli oleh-oleh dari Has tempat ataupun daerah yang saat itu kita kunjungi. Termasuk Jogja, saat kita berkunjung ke Jogja kita pasti akan membeli oleh-oleh untuk menyalakan teman dan terutama keluarga dan bagi Anda yang baru pertama kali pergi ke Jogja dan belum mengetahui tempat-tempat jam buka untuk membeli oleh-oleh maka Berikut ini adalah beberapa tempat oleh-oleh di Jogja yang sudah pasti sangat murah.

Gerabah di Kasongan Bantul Jogjakarta

Gerabah di Kasongan Bantul Jogjakarta

Kasongan merupakan salah satu tujuan wisata yang sudah cukup populer di kalangan wisatawan, terletak di Pedukuhan Kajeng, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Pada umumnya sebuah desa atau tempat wisata akan menyuguhkan wisata alam dengan panoramanya yang indah, berbeda dengan Kasongan yang lebih dikenal sebagai wisata kerajinan tangan dari tanah liat seperti keramik atau gerabah. Sebagian besar penduduk di Kasongan menjadi pengrajinan dari tanah liat ini sebagai mata pencaharian, para penduduknya telah memiliki keterampilan secara turun-temurun dari generasi ke generasi untuk membuat berbagai macam kerajinan dari tanah liat yang memang sudah dikenal sejak dulu, Kasongan sebagai pusat kerajinan gerabah.

Awal mula Kasongan menjadi pusat kerajinan gerabah berawal pada masa penjajahan Belanda, saat itu ditemukan seekor kuda di wilayah ini yang sudah menjadi bangkai, penduduk mengetahui bahwa kuda tersebut adalah milik Resensi Belanda. Karena ketakutannya dituduh membunuh kuda milik petinggi Belanda, si pemilik sawah pun rela untuk memberikan hak atas tanahnya, ternyata ketakutan juga di alami penduduk lainnya yang berada di sekitar lahan, yang pada akhirnya penduduk-penduduk tersebut melepaskan hak kuasa atas tanah di sekitar area tersebut. Tetapi setelah  beberapa tahun tanah tersebut terbengkalai karena tidak memiliki tuan, yang akhirnya  penduduk desa lain mengklaim bahwa tanah itu adalah milik mereka. Penduduk yang telah mengambil alih tanah kemudian mengelola jadi tanah pertanian dan beralih profesi menajdi petani serta pengrajin tanah liat yang pada awalnya hanya digunakan untuk keperluan dapur.

Tetapi dari waktu ke waktu kerajinan yang dibuat oleh para penduduk semakin berkembang dengan berbagai macam variasi dan bentuk. Dan kini tak hanya barang dapur saja yang di buat melainkan hiasan berseni seperti guci, keramik, patung, pot bunga dan lain-lain yang bahkan kini Kasongan telah memiliki toko-toko atau bahkan ruang pameran yang cukup besar yang memajang hasil dari para pengrajin penduduk lokal.

Pasar Tradisional Beringharjo

Pasar  Tradisional Beringharjo

Saat berada di Pasar Beringharjo, akan sedikit mengagetkan karena penuhnya pengunjung yang datang ke pasar ini. Pasar ini cukup lengkap, banyak aneka produk yang dapat Anda temukan yang cukup menggoda keinginan Anda untuk membelinya. Pastikan saat berada di Pasar Beringharjo prioritaskan terlebih dahulu belanja yang sangat dibutuhkan, karena saat Anda menginjakkan kaki di pasar Beringharjo Saya yakin anda akan menjadi lapar mata melihat barang-barang yang dijual di Pasar Beringharjo yang cukup murah dalam menawarkan harga.

Pasar ini memiliki 4 lantai, yang terdiri dari lantai 1 dimana kita dapat menemukan berbagai macam jenis batik, baik bahan dan juga motif dalam bentuk model pakaian yang sangat variatif, mulai dari batik cap hingga batik tulis, dari harga yang murah hingga harga yang cukup menguras kantong anda. Di lantai 1 juga Anda dapat menemukan penjual aksesoris ataupun pakaian khas dari Jogja seperti blangkon, kain tenun dan baju surjan, dan juga ada penjual tas dan sepatu bermotif batik dan souvenir unik yang dijual secara ecer ataupun grosiran.

Pada lantai 2 Anda akan menemukan penjual aneka rempah-rempah serta bahan pembuat jamu. Banyak sekali bahan baku makanan yang dapat kita temukan seperti beras, aneka kerupuk kering dan masih banyak lagi, tetapi untuk pembelian rempah-rempah, bahan baku dijual secara grosiran atau dalam skala besar untuk dapat dijual kembali.

Kemudian saat kita naik ke lantai 3 maka banyak sekali penjual-penjual  barang antik, yang sebenarnya juga Jogjakarta memiliki pasar yang menjual barang antik ataupun barang bekas seperti Pasar Kuncen. Tetapi di Pasar Beringharjo juga kita dapat menemukan barang barang antik atau barang jadul seperti mesin ketik tua, radio tua, helm tahun 60-an, barang-barang zaman dulu seperti pedang dan keris. Jadi anda yang suka mengoleksi barang barang antik dapat ke Pasar Beringharjo di lantai 3.

Pada lantai 4 atau lantai yang paling atas berisikan penjual-penjual yang menawarkan barang-barang kerajinan dengan harga dan kualitas yang disesuaikan dengan harga. Aneka kerajinan tradisional yang dapat Anda temukan di pasar ini sangat beragam, mulai dari anyaman bambu berwarna warni bunga dari tanaman kering, aksesoris yang terbuat dari bambu maupun rotan. Selain itu ada juga beberapa penjual sayur mayur serta kebutuhan sehari-hari.

Berbelanja di Pasar Beringharjo tidak jauh berbeda harganya jika kita berbelanja seperti biasa di tempat lain, namun untuk yang pertama kali berbelanja disini anda dapat menggunakan tips berikut untuk mendapatkan barang yang berkualitas dengan harga yang cukup murah.

  • Saat melakukan transaksi sebaiknya menggunakan bahasa Jawa, karena hal itu akan membuat Anda sedikit lebih akrab dengan sang penjual. Tapi jika Anda belum bisa berbahasa Jawa, gunakan saja kalimat sederhana seperti “reginipun pinten iki Bu, saget kurang menopo boten”, kalimat inilah yang yang akan memberi kesan akrab dengan sang penjual.
  • Cobalah untuk berani menawar 1/3 dari harga awal hingga harga akan menemukan kesepakatan yang pastinya lebih murah dari harga awal.
  • Jika tawaran gagal, coba anda meninggalkan sang penjual dan mencoba untuk ke penjual lainnya hanya sebagai strategi. Hal tersebut akan meluluhkan hati penjual yang masih memasang harga tinggi dan tak lama penjual akan berpikir, daripada tidak ada penghasilan penjual dapat memanggil anda untuk menyetujui harga yang Anda tawarkan.
  • Pasar Beringharjo adalah Pasar Grosir yang jika membeli banyak barang akan semakin murah, dan ini merupakan kesempatan untuk membeli secara grosir sebagai oleh-oleh saudara ataupun teman.
  • Bertransaksi menjelang tutup menjadi strategi agar sang penjual memberi harga murah untuk memperoleh penghasilan.

Mirota Hamzah Batik

Mirota Hamzah Batik

Mirota Hamzah batik adalah toko batik legendaris yang masih satu kawasan dengan Malioboro dan juga mudah ditemukan dari berbagai sudut Jogja. Di tempat ini Anda dapat menemukan banyak cenderamata dan juga pernak-pernik khas kota Jogja. Mirota Batik beralamat di Jalan Margomulyo tepat di depan Pasar Beringharjo, toko ini juga sudah dikenal sejak tahun 1980 dan menjadi tujuan utama para wisatawan yang ingin berburu oleh-oleh khas Jogjakarta. Mirota menjual beragam kerajinan unik khas Jogja antara lain batik dan juga aksesoris seperti wayang, patung, gelang serta kalung. Mirota juga menjual produk perawatan tubuh tradisional antara lain sabun dan juga perawatan kecantikan ala putri keraton. Mirota juga menjual kuliner khas Jogja, seperti bubuk bandrek, secang, bajigur, dan juga wedang uwuh yang dikemas dalam bentuk sachet dan sangat mudah untuk menyeduhnya.

Saat Anda masuk ke Mirota, anda akan mencium aroma wangi bunga dan dupa bukan untuk menciptakan nuansa mistis tapi justru menghadirkan atmosfer jawa kuno yang sangat menenangkan. Interior yang disuguhkan oleh toko Mirota ini memiliki keunikan di beberapa sudut toko, yaitu sepeda ontel, lukisan dan juga piano yang biasanya akan dimain hari hari tertentu guna menghibur pengunjung. Terdapat satu lagi keunikan di toko ini yaitu, adanya wanita pembatik di dalam toko di mana pengunjung dapat langsung melihat bagaimana proses pembuatan batik.

Bagi Anda yang ingin mencari oleh-oleh kain batik, anda dapat menemukannya di lantai 1, karena banyak sekali tersedia beragam busana batik untuk wanita ataupun pria dengan harga yang bervariasi dari yang murah hingga yang berharga jutaan rupiah. Semua batik dibuat berkualitas dan berstandar internasional. Selain itu di lantai 1 Anda juga dapat menemukan aneka produk perawatan kulit tradisional mulai dari bedak dingin, minyak kemiri, masker bengkoang dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang ingin membeli oleh-oleh benda unik dapat anda temukan di lantai 2, akan banyak Anda  temukan mainan anak tradisional seperti kalung, gelang, wayang dan berbagai pernak-pernik unik. Di Mirota juga ada restoran Raminten yang berada di lantai 3 di mana anda dapat beristirahat sejenak menikmati aneka makanan dan minuman dengan harga yang cukup murah.

Baca Juga :  Berburu Tempat Instagrammable Di Seminyak Dan Ubud Bali

 

Desa Wisata Manding

Desa Wisata Manding

Desa isata Manding termasuk lokasi wisata di Kabupaten Bantul yang sudah cukup populer, karena selain berwisata menikmati alamnya,  Anda juga dapat menambah wawasan dan juga pengalaman. Desa wisata Manding Bantul adalah desa pusat kerajinan kulit yang kurang lebih seperti di Bandung yang ada Cibaduyut. Pada awalnya kerajinan kulit muncul di tahun 1947 yang di usung oleh 3 orang pemuda, 3 orang ini merupakan karyawan biasa yang bekerja di perusahaan kulit pembuat pakaian dan juga pelana, hingga pada akhirnya mereka pun membulatkan tekad untuk membuka usaha sendiri.

Sekarang desa Manding memiliki 100 pengrajin kulit yang bahkan hasilnya telah merambah hingga ke mancanegara. Di desa Manding dapat menjadi di tujuan utama untuk berburu oleh-oleh dari kulit seperti dompet, tas, pigura, sabuk, gantungan kunci hingga jaket kulit. Di dalam perjalanan  anda akan banyak sekali menemukan rumah  penduduk yang juga sebagai toko yang menjual hasil kerajinan mereka dengan harga yang cukup terjangkau.  Wisata Manding berada di Jalan Utama Jogja Parangtritis Km 11 yaitu di Jl. Dr Wahidin Sudiro Husodo, Manding, Sabdodadi, Bantul kurang lebih 15 km dari kota Jogja menuju ke arah Parangtritis.

Gudeg kaleng Bu tjitro

Gudeg Bu Tjitro 1925, Gudeg kaleng Bu tjitro

Gudeg Bu Tjitro 1925 sudah cukup populer terutama bagi mereka yang selalu berburu kuliner. Sejarah dari populernya gudeg kaleng Bu Tjitro berawal pada tahun 1925, saat itu Ibu Tjitro Sastrodihardjo membuka usaha gudeg dan diwariskan secara turun-temurun yang kini sudah 4 generasi. Cabang terbesar berada di Jalan Janti yang letaknya cukup dekat dengan Gembira Loka. Walaupun tempatnya sederhana, tetapi suasana yang disuguhkan dapat mengangkat suasana jawa yang sangat alami apalagi restoran berada di bawah pendopo khas Jawa atau joglo. Menu dari gudeg Bu Tjitro 1925 memiliki variasi antara lain nasi gudeg krecek yang dikombinasikan dengan tahu, tempe, telur opor, ampela ati dan juga ayam. Untuk menggunakan lauk ayam kita juga dapat memilih ingin menggunakan ayam suwir atau ayam potongan utuh, dan ada juga pilihan ayam lain seperti opor ayam, ayam bakar dan juga ayam goreng.

Menu yang disajikan juga cukup lengkap karena ada juga nasi goreng, aneka sayuran, ikan dan juga bermacam lauk untuk teman makan nasi gudeg, sebagai penutup juga ada cemilan khas Jogja. Ayam yang digunakan di gudeg Bu Tjitro ini menggunakan ayam kampung dengan ukuran yang lumayan besar , telur opor menggunakan telur bebek yang menghasilkan tekstur yang padat dan juga rasa yang gurih. Ada pula gudeg kering yang rasanya juga sangat pas, tidak terlalu manis juga tidak terlalu asin, ada pula gudeg krecek  yang dicampur dengan potongan kecil tempe dan juga kacang tolo.

Untuk sajian minuman anda dapat menikmati jahe hangat yang pasti akan merasakan suasana klasik dan juga tradisional apalagi disajikan menggunakan gelas aluminium yang antik. Nasi gudeg Bu Tjitro memiliki kemasan dalam kaleng yang tentunya berisi padat dan dapat menemani makan Anda hingga dua kali makan. Gudeg kaleng sudah banyak ditemukan di pasar swalayan yang dapat bertahan hingga 1 tahun, tentu saja itu akan menjadi sangat praktis apalagi di dalam perjalanan. Variasinya gudeg kemasan kaleng cukup banyak antara lain gudeg asli,  gudeg blondo dan juga gudeg rendang yang isinya rata-rata gudeg kering, telur bebek dan ayam suwir dengan kisaran harga 25 hingga Rp30.000 per kaleng.

Kerajinan Perak Kotagede

Kerajinan Perak Kotagede

Kotagede merupakan pusat Kerajaan Mataram Islam pada zamannya dan hingga saat ini masih banyak kita temui bangunan-bangunan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dulu Kotagede merupakan penghasil kerajinan imitasi, setelah abad ke-16 barulah Kotagede memproduksi kerajinan perak yang diprakarsai oleh golongan bangsawan asal Keraton Yogyakarta. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati memerintahkan di dalamnya untuk membuat kerajinan perak guna perlengkapan rumah tangga Keraton.

Kotagede termasuk pinggiran Yogyakarta yang terdiri dari jalan-jalan sempit, tetapi kita dapat menemukan tokoh-tokoh dan juga rumah-rumah yang dahulu adalah milik bangsawan dan pedagang kerajaan. Rumah tua tersebut milik memiliki interior yang berubi Mosaic dan banyak kita temukan di sepanjang tepi jalan. Saat Anda mengunjungi Kota Gede Anda dapat secara langsung melihat proses pembuatan perak untuk dijadikan perhiasan ataupun hiasan yang sangat unik, dimana para perajin akan menggunakan keterampilannya menyulap perak menjadi barang-barang yang sangat detail dan sangat rapi sehingga memiliki harga jual yang cukup tinggi.

Kotagede sudah sejak lama dikenal sebagai pusat pengrajin perak, dengan kemampuannya mengukir dan manfaat perak telah didapatkan warga sekitar Kotagede secara turun-temurun. Bangsawan Keraton memiliki andil yang cukup besar karena telah memberikan pelatihan khusus kepada Abdi dalam untuk membuat kerajinan berasal dari Perak. Pelatihan tersebut telah berkembang menjadi mata pencarian masyarakat yang kemudian dari waktu ke waktu berkembang menjadi wisata di Jogjakarta sebagai wisata perak di kota Gede.

Selain perak Kotagede juga kita dapat menemukan toko yang menjual kerajinan kulit dan batu akik serta makanan-makanan tradisi di sepanjang pinggiran jalan di Kotagede.

Bakpia Pathok 25

Bakpia Pathok 25

Bakpia adalah salah satu makanan khas dari kota Jogjakarta yang sudah pasti akan ada bawa pulang sebagai oleh-oleh. Bakpia patok sudah cukup populer dan bahkan menjadi Icon oleh-oleh kota jogja, yang salah satu merk bakpia yang cukup legendaris adalah Bakpia Pathok 25. Usaha bakpia patok sudah dijalankan sejak tahun 1948, produksinya terletak di Jalan AIP II  KS. Tubun NG I/504, desa Pathuk ,Yogyakarta tepatnya di belakang jalan Malioboro.

Sebenarnya Bakpia adalah makanan dari warga Tionghoa yang telah termodifikasi. Dulu Bakpia adalah sejenis roti isi yang isinya daging babi, namun karena faktor mayoritas masyarakat sekitar maka adalah muslim maka isi dari bakpia diubah menjadi kacang hijau. Sedangkan angka 25 pada nama bakpia pathok 25 berasal dari nomor rumah si pemilik dan telah jadikan merek dagang sejak 1980.

Bakpia Patok dirintis oleh Tan Aris Nio dan sekarang telah diwariskan kepada sang anak Arlen Sanjaya. Produksi bakpia dilakukan setiap hari karena produk selalu baru dan hangat. Pengunjung yang datang akan disambut hangat dan dapat bebas melihat pabrik tempat produksi bakpia ini, yang bahkan dapat melihat proses pembuatan bakpia secara langsung. Selain bakpia anda juga akan disuguhkan tester bakpia yang telah disediakan.

Malioboro

Malioboro

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Jogjakarta tanpa menyambangi kawasan Malioboro yang sangat populer. Lokasi Malioboro terletak di antara Keraton Ndayogyakarta Hadiningrat dan Tugu Pal Putih dan jalanan Malioboro menjadi wisata belanja dan juga surga oleh-oleh. Sepanjang jalan Malioboro Anda dapat menemukan beragam toko oleh-oleh yang berupa panganan hingga barang, ada juga Andong yang menunggu penumpang di tepi-tepi jalan yang setia menunggu wisatawan yang ingin menikmati perjalanan naik Andong. Itulah beberapa keunikan Jalan Malioboro yang menjadi alasan mengapa Malioboro selalu padat pengunjung, baik dari lokal ataupun dari luar negeri. Tak harus belanja, malioboro juga merupakan tempat yang sangat cantik untuk diabadikan melalui kamera.

Sejarah nama dari Malioboro menurut Dinas Pariwisata Kota Jogjakarta, dulu Jalan Malioboro didirikan bersamaan dengan pendirian Keraton Yogyakarta. Malioboro jika diartikan dalam bahasa Sansekerta memiliki makna “karangan bunga” yang tentunya memiliki hubungan masa lalu. Pada zaman dulu, jika Keraton ada acara besar maka Jalan Marlboro akan penuh dengan rangkaian bunga, namun ada pula yang berpendapat bahwa Malioboro  berasal dari nama seorang kolonial Inggris bernama Marlborough yang pernah tinggal  di sana. Apapun makna dan asal Malioboro tidak merubah keadaan bahwa Malioboro memang tetap hits dan bahkan menjadi Icon kota Jogja  yang tidak boleh dilewatkan.

Kota Jogjakarta ditata membujur arah utara selatan dengan jalan searah mata angin serta tegak lurus. Hal itu terbukti dari adanya poros imajiner dengan Keraton sebagai titik Tengah. Lalu poros ini dibangun sebuah Tugu yaitu Tugu Pal putih di bagian utara.

Pada era kolonial 1790 – 1945 pola perkotaan terganggu, karena Belanda mendirikan Benteng Vredeburg pada 1970 di Ujung selatan Jalan Malioboro, kemudian ada lagi pembangunan Societet Der Vereneging Djogdjakarta pada tahun 1822, The Dutch Governer Residance pada tahun 1830, Javasche Bank dan Kantor pos untuk mempertahankan eksistensi mereka di Jogjakarta. Tak lama kemudian  di bangun stasiun Jogja atau yang lebih dikenal Stasiun Tugu pada tahun 1887 di Jalan Malioboro yang berhasil membagi Jalan menjadi dua bagian.

Tidak ada kata-kata sepi untuk kota Jogjakarta, mulai dari pagi hari, malam dan bahkan ke pagi lagi. Karena kota Jogja yang tak lagi sepi, kini bahkan telah banyak tempat wisata yang dibuka hingga 24 jam termasuk daerah sekitar Malioboro. Banyak sekali tempat wisata yang dapat kita temui di suasana malam Malioboro yang tentu saja akan menambah nuansa romantis bersama pasangan anda. Berjalan kaki di sepanjang perjalanan Malioboro tidak akan terasa lelah, karena kita akan banyak menemukan hal hal yang menarik dan juga menghibur, atau hanya sekedar melihat pernak-pernik. Bahkan pada malam-malam tertentu akan kita jumpai penampilan para musisi jalanan yang menghibur pengunjung. Berikut ini adalah wisata  Malioboro jogja malam hari yang dapat anda kunjungi di sekitar jalan Malioboro.

Baca Juga :  Objek Wisata Ini Bisa Menjadi Tempat Yang Asik Di Jogja

Alun Alun Kidul

Alun-Alun Kidul

Alun-alun adalah wisata malam di Jogja yang menjadi favorit untuk dikunjungi pada sore menjelang malam hari. Di tempat ini anda akan merasakan suasana keromantisan, dimana Anda akan  mendapatkan suasana romantis yang berbeda diantara kedua alun-alun. Di alun-alun kidul, Anda dapat menyewa mobil yang di penuhi lampu warna-warni sambil mendengarkan musik bersama pasangan atau teman-teman Anda mengelilingi alun-alun. Sedangkan  di alun-alun utara memang suasananya tidak seramai di alun-alun kidul, tetapi memandang keraton Jogjakarta pada malam hari sangat menyenangkan sambil menikmati jagung bakar, wedang ronde ataupun bakmi jawa yang lezat yang banyak kita jumpai di tempat ini.

Titik Nol Kilometer.

Titik Nol Kilometer

Berada di suasana Titik Nol Kilometer tidak akan menghilangkan rasa romantis di muara jalan Malioboro ini. Di persimpangan jalan yang menghubungkan Malioboro dengan Utara tersebut juga dapat anda jumpai peninggalan bangunan tua zaman Belanda yang terlihat sangat megah dan indah. Pada malam hari kita juga akan banyak menjumpai anak-anak, komunitas dan juga penggerak seni yang berkumpul di tempat ini sekedar untuk berfoto seru ataupun berkumpul. Berfoto dengan beberapa orang yang menggunakan kostum unik di lokasi ini juga dapat Anda lakukan di tempat ini. Titik Nol Kilometer juga sering dijadikan tempat untuk pagelaran seni ataupun konser dari dalam ataupun luar negeri. Di sekitar Titik Nol juga terdapat penginapan yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan budget yang anda miliki.

Angkringan Stasiun Tugu

Angkringan Stasiun Tugu

Angkringan kopi Joss adalah tempat yang jangan sampai dilewatkan ketika anda berada  di kota Jogjakarta, menikmati wisata malamnya terutama di daerah sekitar Malioboro. Kuliner hits di Malioboro Jogjakarta dapat kita cicipi kenikmatannya dan juga kelezatannya di sekitar jalan Malioboro. Tempatnya memang di pinggir jalan, tetapi justru hal tersebut yang membuat suasana malam anda lebih romantis apalagi sambil disuguhkan dengan nikmatnya kopi jos. Di tempat ini memang sangat terkenal dengan menu minuman kopi jos tetapi tidak semua orang tahu apakah spesialnya kopi jos tersebut, jadi buat Anda yang penasaran ada baiknya mampir ke angkringan kopi joss Stasiun Tugu. Di sekitar tempat ini juga telah banyak ditemukan hotel ataupun penginapan dengan fasilitas yang memadai.

Itulah tempat paling hits untuk Anda yang ingin berburu oleh oleh sambil menikmati wisata yang di suguhkan. Tak hanya harga murah yang Anda dapatkan, tetapi juga menambah pengalaman karena Anda melihat secara langsung proses pembuatan barang yang ingin Anda bawa sebagai oleh oleh.

Check Also

wisata di subang

Wisata Favorit Di Subang Yang Wajib Anda Kunjungi

Di Subang Jawa Barat Anda dapat menemukan banyak tempat wisata menarik yang sayang jika anda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *