belanja di Jogja
jogjatravelling.com

Pusat Oleh Oleh Kota Jogja Yang Recommended, Berkualitas Namun Harga Murah

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah propinsi yang memiliki potensi wisata melimpah, dari wisata budaya,  wisata  sejarah  dan  wisata  edukasi.  Dari  wisata  alam  hinga  wisata modern  yang  mampu memuaskan  pandangan  wisatawan  yang  datang  mengunjunginya.  Saat  kamu  pertama  kali  datang  ke Yogyakarta, pasti sangat ingin datang lagi untuk menikmati wisata yang ada di Yogyakarta.

Sama  halnya  dengan  wisata  belanja  yang  selalu  menjadi  penutup  sebuah  perjalanan  wisata,  terutama oleh  para wanita. Yogyakarta  memiliki  tempat  tempat  wisata  belanja  yang  menawarkan  barang  yang unik dan lucu untuk dijadikan oleh oleh. Dimanakah pusat oleh oleh tersebut, berikut ini ulasannya.

 

Pasar Beringharjo
1.bp.blogspot.com

Pasar Beringharjo

Jogja  dikenal  sebagai  surga  belanja  termasuk  fashion  dan  kulinernya,  dan  yang  paling  populer  adalah kain  legendarisnya  yang  berupa  batik.  Batik  banyak  dijumpai  di  toko  toko  yang  ada  di  Jogja,  tetapi  ada satu  tempat  yang  wajib  kamu  kunjungi  yaitu  Pasar  Beringharjo. Pasar  Beringharjo  menjadi  ikon  kota Jogja yang menjajakan  berbagai kebutuhan. Ke Jogja tanpa mampir ke Pasar Beringhgharjo akan terasa tidak klop. Pasar  Beringharjo  adalah  pasar  pertama  yang  ada  di  Jogja,  dimana  di  pasar  ini  menyediakan  berbagai macam kebutuhan seperti kain, pakaian, sepatu, tas dan lain lain.

Selain itu pasar ini juga menyediakan bahan dapur samapi barang antik pun ikut menyemarakkan pasar ini. Pasar  Beringharjo  dibuka  setelah  berdirinya  Keraton  Yogyakarta,  dan  menjadi  kawasan  ekonomi  kota Jogja.  Sejak  tahun  1758 kawasan  ini  sudah  dipenuhi  oleh  para  pedagang  meskipun  tempatnya  belum memadai.  Pada  tahun  1925  barulah  dilakukan  pembangunan  pasar  yang  diusulkan  oleh  Sri  Sultan Hamengkubuwono VII memimpin yang lantas di beri nama Pasar Beringharjo.

Pasar Beringharjo2
travelspromo.com

Banyak jenis barang dagangan yang dijual di pasar ini termasuk kulinernya, bahkan pada pagi hari telah banyak  wisatawan  yang  berburu  kuliner  di  sini.  Pada  pagi  hari  telah  banyak  pedagang  yang  mencoba peruntungan  menjual  dagangannya  terutama  makanan.  Apalagi  pada  hari  kerja  dimana  orang  berburu sarapan sebelum melakukan aktivitas sehari harinya. Pecel  menjadi  makanan  favorit  oleh  wisatawan,  dengan  sayuran  rebus  dengan  siraman  bumbu  kacang yang  khas  membuat  makanan  ini  begitu  diincar  oleh  penggemarnya.

Pecel  ini  akan  semakin  lezat disantap  bersama  dengan  gorengan  atau  peyek.  Tak  hanya  nasi  pecel,  kamu  juga  bisa  membeli  kue tradisional   di   pasar   ini   seperti   candil,   getuk,   pacar   cina,   dan   kue   kue   hangat   yang   sangat   pas disantap.Pasar Beringharjo memangpopuler karena ada berbagai barang dijual di pasartersebut dengan harga yang murah.

Baca Juga :  Pantai Baru Yang Ada Di Gunung Kidul Jogjakarta

 

Malioboro
jogjatravelling.com

Malioboro

Malioboro  adalah jantung  kota Jogja yang  selalu di  padati oleh  wisatawan. Banyak  pedagang  pedagang yang  ada di  emperan  toko  sepanjang  jalan Malioboro  yang  menjajakan barang  dagangan  dengan  harga sangat terjangkau, mulai dari aksesoris, souvenir khas Jogja, baju, sepatu dan masih banyak lagi. Namun siapa yang menyangka bahwa dahulu jalan ini adalah jalanan yang jauh dari keramaian yang ditumbuhi banyak sekali pohon asam di tepi jalannya.

Bahkan  jalan  ini  hanya  dilaluioleh  warga  yang  ingin  ke  Keraton,  Benteng  Vredeburg  atau  Pasar Beringharjo. Kini Jalan Malioboro adalah pusat keramaian di kota Jogja, dimana Jalan ini selalu menjadi pusat  kegiatan  anak  muda,  komunitas,  pengamen  jalanan  dan  lain  lain.  Malioboro  juga  menjadi  pusat oleh  oleh  khas  Jogja.Di  sepanjang  jalan  Malioboro  banyak  beragam  barang  bisa  kamu  temui  seperti sandal, blangkon, kaos, batik, kerajinan tangan hingga bakpia patok dan yangko yang merupakan jajanan khas kota Jogjakarta.Wisata  kuliner  di  Malioboro  juga  tak  kalah  ramai,  terdapat  deretan  pedagang  kaki  lima  yang  menjual makanan  sederhana  dengan  rasa  yang  nikmat.

Malioboro2
tripsavvy.com

Dan  kuliner  yang  menjadi  ikon  kota  Jogja  yaitu  nasi Gudeg  juga  jangan  sampai  ketinggalan  untuk  kamu  cicipi.  Minuman  yang  khas  Jogja  yang  mampu melegakan tenggorokanmu yaitu es dawet dengan rasa legit  gula merah asli yang dicampurkan  dengan santan kental membuat perpaduan rasa yang sangat pas di lidah.Kenikmatan akan lebih terasa saat pengamen jalanan menyuarakan nyanyian dengan lagu yang akrab di telinga,   secara   bergantian   pengamen   akan   terus   bernyanyi   hingga   kenangna   itu   todak   mudah terhapuskan.

Pemandangan  lain  yang  kamu  dapatkan  adalah  deretan  tikang  becak  dan  delman  yangsetia  menunggu  penumpang  dan  tak  lelah  menawarkan  jasanya  pada  setiap  wisatawan  yang  lewat. Mereka menawarkan paket keliling tempat wisata dengan harga yang cukup terjangkau.Kamu  juga  akan  mendengar  alunan  gamelan  jawa  yang  sengaja  diperdengarkan  melalui  kaset  atau secara langsung oleh para pemain gamelan. Budaya lesehan, angkringan adalah hal hal yang tidak lepas dari nuansa Jogja yang sampai sekarang masih menjadi bagian pentingnya dari Keraton Yogyakarta.

 

Kasongan
assets-a1.kompasiana.com

Kasongan

Kasongan  adalah  sebuah  desa  wisata  penghasil  gerabah yang  secara  administratif  berada  di  Desa Bangunjiwo,  Kecamatan  Kasihan,  Kabupaten  Bantul,  Jogja.  Desa  wisata  Kasongan  ini  dikenal  sebagai penghasil gerabah dalam beragam bentuk. Hampir seluruh warga Kasongan memiliki keahlian membuat gerabah yang diwariskan secara turun temurun, bahkan banyak rumah rumah penduduk yang menjelma menjadi galeri seni.

Kerajinan  gerabah  ini  ada  dalam  beragam  bentuk  seperti  pot  bunga,guci,  patung  Budha,  piring,  kendi, celengan,  anglo,  dan  barang  barang  lainnya.  Selain  membeli  dan  melihat  gerabah  yang  di  tawarkan, kamu  juga  bisa  terjun  langsung  untuk  belajarmembuat  gerabah  sendiri  dengan  kursus  kilat  yang  juga menjadi fasilitas Desa Wisata ini. Awal  sejarah  adanya  desa  wisata  Kasongan  ini  adalah  karena  kematian  seekor  kuda  milik Reserse Belanda yang  ditemukan  di  atas persawahan  seorang  warga  di  sebuah  desa  sebelah  barat  kota  Jogja.

Kasongan2
genpijogja.com

Karena ketakutan  si  pemilik  tanah  yang  akan dijatuhi  hukuman  oleh  Belanda,  akhirnya si pemilik  tanah melepas hak kepemilikan tanahnya yang juga diikutioleh warga lainnya. Hingga akhirnya warga lain  yang mengakui kepemilikkan tanah  tersebut, dan memulai dengan kegiatan baru  disekitar  rumah  yaitu  tanah  liat  yang  di  empal  empalkan  ternyata  tidak  pecah  untuk  membuat peralatan   dapur   dan   lain   lain.

Seiring   berjalannya   waktu,   keterampilan   gerabah   tersebut   makin dikembangkan  ke  bentuk  lainnya  seperti  guci,  pot,  lampu  hias,miniatur  (  becak,  sepeda,  mobil  )  dan masih banyak lagi. Jadi  buat  kamu  yang  berburu  oleh  oleh  untuk  teman,  saudara  atau  orang  terdekat,  Desa  Wisata Kasongan  bisa  kamu  jadikan  tujuan  berikutnya.  Dijamin  kamu  tidak  akan  menyesal,  karena  selain barangnya bervariasi dan berkualitas, harga juga masih sangat terjangkau.

Baca Juga :  10Tempat wisata di Cilacap Jawa Tengah Terbaik dan Populer!

 

Kotagede
viewjogja.com

Kotagede

Kotagede  terletak  di  jantung  kota  Jogjakarta  yang  berbatasan  dengan  Kecamatan  Umbulharjo  dan Kabupaten  Bantul  di  sebelah  utara.  Kotagede  terkenal  sebagai  penghasil  perak,  warganya  memiliki keterampilan  menempa,  mengukir  serta  membentuk  perak  menjadi  beragam  barang  secara  turun temurun  dari  generasi  ke  generasi. Bahkan  barang  barang  yang  dihasilkan  oleh  warga  setempat  telah memasuki pasar luar negeri karena kualitasnya yang tidak main main.

Kotagede2
arifsetiawan.com

Hampir keseluruhan warga Kotagede berprofesi sebagai pengrajin perak, hal itu terlihat dari banyaknya toko  kerajinan  perak  di  sepanjang  jalan  Mondorakan  sampai  jalan  Tegal,  hingga  Gendu.  Harga  yang ditawarkan   pun   bervariasi   tergantung   dari   ukuran,   bahan   baku   yang   digunakan   dan   kesulitan pembuatan.  Harga  rata  rata dibandrol  sebesar  Rp.10.000  hingga  jutaan  rupiah.  Barang  yang  dihasilkan warga Kotagede seperti cincin, anting, kalung, berbagai  miniatur ( becak,  sepeda, kapal, andong hingga hewan).

Selain  kerajinan  perak,  Kotagede  juga  ada  batu  akik,  serta  kerajinan  yang  berbahan  kulit  dan  lainnya. Bukan  ke  Kotagede  namanya  jika tidak  berkeliling  melihatlihat  sentra  kerajinan  perak.  Kotagede  juga memiliki  potensi  wisata  lainnya  seperti  Masjid  Agung  Kotagede,  makam  raja  raja  Mataram  atau berkunjung ke pasar Kotagede.

 

Kamu yang sedang berlibur ke Jogja, jangan lupa untuk mampir ke tempat tempat tersebut di atas untuk berburu oleh oleh untuk di bawa pulang. Selamat berbelanja!

Check Also

Destinasi Wisata Ala Eropa di Little Venice Cianjur

Destinasi Wisata Ala Eropa di Little Venice Cianjur

Satu lagi tempat wisata yang ada di Jawa Barat yaitu Little Venice, dimana di objek …