Home / Yogyakarta / Wisata Goa Jogja Ini Masih Banyak Pengunjung Meskipun Ada Yang Tidak Terawat
Wisata Goa Jogja Ini Masih Banyak Pengunjung Meskipun Ada Yang Tidak Terawat

Wisata Goa Jogja Ini Masih Banyak Pengunjung Meskipun Ada Yang Tidak Terawat

Musim liburan akhir tahun hampir tiba, mungkin sebagian dari anda sedang memilih tempat untuk menghabiskan liburan yang juga disesuaikan dengan budget yang anda miliki. Anda tidak salah jika memilih Jogjakarta sebagai tujuan untuk menghabiskan liburan akhir tahun bersama keluarga ataupun orang terkasih, karena di Jogjakarta menggunakan budget yang tidak terlalu mahal tetapi anda bisa mendapatkan apa yang anda inginkan. Jika Anda memilih Jogjakarta maka, sebaiknya jangan lupa untuk mampir ke lokasi syuting film AADC 2 yang salah satunya adalah :

Rumah Doa Bukit Rhema

Rumah Doa Bukit Rhema

Rumah doa ini biasa disebut oleh penduduk lokal adalah Gereja Ayam, lokasinya berada di Dusun Gombong, Desa kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah sekitar 45 km dari Yogyakarta. Anda dapat menikmati pemandangan dari ketinggian pada pagi hari, sambil merasakan sejuknya udara yang berhembus. Lokasi Gereja Ayam di Yogyakarta ini cukup jauh dan tersembunyi, yakni berada di Magelang, Jawa Tengah namun karena sudah cukup populer maka orang yang datang menganggap tempat itu tidak terlalu jauh, karena terbayarkan oleh pemandangan saat kita berada di Gereja Ayam.

Bangunan gereja ini diprakarsai oleh Daniel Alamsjah, diberi nama sebagai Gereja Ayam karena bentuknya mirip seperti seekor ayam yang sedang duduk di tanah yang di bagian kepalanya  menggunakan mahkota. Bentuk bangunan gereja ini cukup besar dan memiliki ruang besar dan kamar-kamar di bagian dalamnya. Daniel alamsjah mematahkan anggapan masyarakat bahwa bangunan itu bukanlah berbentuk ayam, tetapi lebih mirip ke burung merpati. Karena bentuknya yang sangat unik, sering sekali wisatawan lokal maupun asing tertarik untuk datang mengunjungi bangunan ini dan tidak menyia-nyiakan momen ini dengan mengabadikan melalui foto-foto dan mengunggahnya ke media sosial.

Sejarah Daniel Alamsjah mendirikan gereja tersebut, karena sebelumnya dia mendapatkan pesan dari Tuhan yang di dalam pesan itu Daniel disuruh untuk membangun sebuah rumah ibadah berbentuk burung merpati. Menurut Daniel Alamsjah, dia tidak bermaksud untuk mendirikan gereja, tetapi lebih ke rumah doa dimana semua agama yang percaya akan Tuhan dapat menempati tempat tersebut untuk berdoa kepada Tuhan. Setelah dia bermimpi pada tahun 1989, Daniel pindah ke Magelang mengikuti keluarga istrinya berasal, dan saat itu ada sebuah pemandangan yang sangat indah di perbukitan yang sangat mirip dengan bukit yang ada dalam mimpinya. Setahun kemudian Daniel Alamsjah membeli lahan tersebut dari warga setempat dan mulai membangunnya, sayangnya bangunan tidak selesai dengan sempurna karena adanya keterbatasan dana dan ada warga sekitar yang tidak semuanya menyatujui bangunan tersebuti didirikan.

Bangunan tersebut dalam kondisi yang tidak terawat, cat pada dinding mengelupas akibat pergantian cuaca ditambah lagi ulah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengotori bangunan tersebut. Bangunan itu pernah menjadi tempat beribadah warga dari berbagai agama termasuk Islam, Kristen, Budha, selain itu pernah juga digunakan sebagai pusat rehabilitasi. Adanya rehabilitas di rumah doa ini adalah untuk terapi anak-anak, orang gila, pecandu narkoba serta preman. Karena keterbatasan biaya untuk merenovasi terlalu tinggi, rumah doa resmi ditutup tahun 2000. Gereja Ayam telah populer di telinga para Traveller yang kemudian mengabadikan dan diunggah melalui media sosial.

Baca Juga :  Inilah Candi Yang Hits Di Jogja Layak Untuk Dikunjungi

Di Yogyakarta juga banyak sekali terdapat objek wisata berupa Goa yang yang banyak menyimpan keindahan alam. Berikut ini adalah Goa di Jogja yang dapat menjadi pilihan anda kunjungi saat berlibur.

Goa Gebyok

Goa Gebyok

Goa Gebyok berada tidak jauh dari Pantai Siung yang terletak di daerah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah Selatan Kecamatan Tepus. Di dalam Goa terdapat 5 jalur vertikal dan juga jalur horizontal yang tentunya akan sangat membutuhkan tenaga ekstra dan juga waktu yang cukup lama untuk dapat menjelajahi Goa ini. Jadi untuk Anda yang memiliki rencana ke Goa Gebyok, maka siapkan tenaga anda dan pastikan anda dalam keadaan fit.

Goa Senen

Goa Senen

Gua Senen berada di  Padukuhan Duwet, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul atau sekitar 3 km dari Pantai Siung. Nama Goa Senen sejarahnya konon Sunan Kalijaga singgah di Gunung Batur dekat Gua Senin ini lalu mendirikan Padepokan untuk olah kanuragan dan rajin dilakukan di Goa Senin ini.

Goa Jomblang

Goa Jomblang

Goa Jomblang termasuk Goa yang ada di Gunung Kidul yang namanya masih belum banyak dikenal oleh wisatawan. Goa Jomblang sangat cocok untuk Anda yang selalu mencari tantangan, karena untuk memasuki goa ini harus mempunyai nyali dan juga keberanian, tak hanya itu untuk naik dan turun ke dasar gua ini harus menggunakan tali karena gua ini berbentuk vertikal dan juga memiliki kedalaman sekitar 60 meter. Untuk mendapatkan momen yang sangat indah dari goa ini  pada jam 10.00- 13.00  saat sinar matahari masuk ke dalam goa dan memberikan sedikit sinar di kegelapan goa. Di dalam goa ini juga ada sungai dan juga pohon purba yang tidak ada ditemui di atas.

Goa Pindul

Goa Pindul

Gua Pindul di Jogja sudah cukup populer di kalangan anak muda, karena saat ini sedang hits dan juga pengunjungnya terus membludak terutama pada saat weekend, bahkan saking padatnya pengunjung Anda harus Ikut antrian untuk masuk ke dalam wahana gunung Pindul. Gunung Pindul berlokasi di Wonosari, Gunung Kidul, sekitar 1,5 jam dari pusat kota Jogjakarta. Bagi Anda yang belum pernah ke Goa Pindul dipastikan tidak akan tersesat karena di pinggir jalan banyak di temui joki yang dengan sukarela mengantar sampai ke tujuan tanpa ada biaya yang harus dibayar. Di Goa Pindul Anda dapat melakukan aktivitas seperti Cave Tubing atau wisata air susur gua, menggunakan ban, pelampung, helm kita akan menjelajahi 3 zona di dalam gua yaitu zona terang,  zona remang dan zona Abadi. Ada juga River Tubing yaitu menyusuri kali Oyo hanya dengan menggunakan ban, yang pada pertengahan jalan Anda dapat melihat air terjun berukuran kecil setinggi 10 m yang lumayan untuk menguji adrenalin anda. Ada juga wahana yang lebih menantang yaitu Offroad Desa Wisata, dengan medan yang  sangat seru Anda juga dapat menikmati pemandangan indah yang masih sangat alami. Ada juga Caving Goa Gelatik yaitu menelusuri gua hanya dengan merangkak yang pastinya berbeda dengan Cave Tubing yang harus menggunakan ban.

Goa Cerme

Goa Cerme

Goa Cerme berasal dari Kabupaten Bantul, Jogjakarta kurang lebih 1 jam dari pusat kota Yogyakarta menggunakan kendaraan bermotor. Gua Cerme memiliki air terjun yang membuatnya terlihat sangat unik. Kedalaman Goa Cerme sekitar 1,5 kilo meter dan untuk mencapai gerbang gua kita akan melewati 759 anak tangga. Jadi sebelum mencoba menjelajahi Gua Cerme pastikan tubuh anda dalam keadaan Fit. Lantai gua terdapat genangan air sungai  sedalam 1-1,5 m serta tempat pertemuan air zam-zam, mustoko, air suci, watu kali, kahyangan,  pelungguhan atau paseban, air air panguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi ,gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa, grojogan sewu dan Watu gantung.

Goa Kalisuci

Goa Kalisuci

Goa Kalisuci terletak di Semanu, Gunungkidul, memiliki kedalaman sekitar 600 – 700 meter, jadi untuk menjelajahi keseluruhannya memakan waktu sekitar 2 jam. Anda dapat melakukan kegiatan Cave Tubing yang sebelumnya akan dijelaskan ketentuan serta aturan mengenai peralatan Cave Tubing seperti ban, helm, pelampung dan lain-lain. Kesehatan adalah yang menjadi faktor utama untuk melakukan  Cave Tubing, karena anda harus melewati Jeram Jeram yang cukup menguji adrenalin anda dan tak selesai sampai di situ, karena setelah finis anda akan diajak trekking sekitar 50 – 60 meter dengan kemiringan sekitar 40 derajat.

Baca Juga :  Wisata Favorit Di Subang Yang Wajib Anda Kunjungi

Goa Cokro

Goa Cokro

Goa Cokro berada di Dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta atau sekitar 46 km dari pusat Kota Jogjakarta dengan waktu tempuh 1,5 – 2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Gua Cokro adalah goa vertikal yang memiliki kedalaman 18 m serta memiliki dua mulut gua yang bentuknya sumuran dengan jarak antar sumuran sekitar 8 meter. Pada mulut pertama memiliki ukuran sekitar 1,5 m x 0,8 m, dan pada mulut kedua berukuran lebih sempit kurang lebih setengah ukuran mulut pertama.

Goa Selarong

Goa Selarong

GOa Selarong terletak di Kabupaten Bantul, yang sangat seru jika menggunakan sepeda untuk menuju Goa Selarong di mana Anda harus melewati tanjakan tanjakan yang menantang. Goa Selarong dikelilingi oleh perbukitan kapur dan juga pepohonan terutama pohon jambu isi. Setelah sampai di gerbang goa,Anda harus menuruni lagi 200 anak tangga dan sesampainya di bawah ada dua Goa yaitu gua Putri dan goa Kakung dengan kedalaman 3 m.

Goa Jepang

Goa Jepang

Gua Jepang terletak di wisata Kaliurang Sleman, Jogjakarta dan sangat cocok untuk kamu yang memiliki hobi mendaki gunung, karena untuk sampai ke goa Jepang kita harus tracking melewati jalan-jalan yang masih berbatu serta dikelilingi pepohonan rimbun di lereng bukit sejauh 1100 m. Gua ini ada 25 buah dimana kesemuanya saling berhubungan tetapi tidak berdekatan, sayangnya objek wisata yang satu ini dalam kondisi tidak terawat.

Tidak cukup satu hari untuk menjelajahi wisata tersebut di atas, jadoi sebaiknya Anda memilih dengan tepat objek wisata mana yang ingin adnda kunjungi. Sekian informasi dari kami, semoga dapat membantu Anda untuk memberi petunjuk tentang tujuan liburan Anda.

Check Also

wisata gembong

5 Destinasi Wisata Terbaru di Gombong Kebumen yang Wajib Kamu Kunjungi!

Destinasi  wisata  terbaru  di  Gombong  Kebumen memang  menjadi  salah  satu  hal  yang menarik untuk di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *